Senin, 23 Maret 2015

Sejarah



SEJARAH SINGKAT DESA PUCANGARUM

Sekitar tahun 1512 kerajaan Majapahit mengirimkan Dahyang untuk membuat cikal bakal desa Pucangarum, ketika itu penebangan hutan yang pertama dipimpin oleh Darmawongso yang memulainya disebelah Selatan. Kemudian dilanjutkan ke wilayah tengah yang dipimpin Sengkeni, setelah selesai dilanjutkan sampai ke wilayah utara bagian tengah sampai bagian barat yang dipimpin Arifin, karena berjalan dengan lancer beliau mengatakan “lolos ora ono sandupoyo opo-opo” yang artinya Sukses tanpa ada halangan suatu apapun sehingga kelompok tersebut dinamakan kelompok Losari. Kemudian setelah itu dilanjutkan ke wilayah utara bagian timur yang dipimpin oleh Shofiyah sampai selesai, setelah selesai mereka bermusyawarah untuk memberi nama kelompoknya, karena disitu ada pohon Jambe yang sangat besar langsung saja mereka merujuk menjadikan nama pohon tersebut untuk menjadi nama kelompoknya, sehingga kelompok tersebut diberi nama kelompok “Pucang” yang diambil dari nama sebuah pohon tersebut yang diambil dari nama bahasa jawa.

Dari sini sudah ada tiga kelompok yaitu Kelompok Losari, Kelompok Pucang dan Kelompok Selatan yang belum mempunyai nama, dari ketiga kelompok ini ingin dijadikan satu wadah atau satu kelompok besar dan satu yang memimpin, oleh karena itu diadakan musayawarah besar-besar yang bertempat di kelompok Pucang yang cuman dihadiri semua warga dari kelompok Losari dan Pucang sedangkan kelompok Selatan tidak menghadiri musyawarah tersebut, walaupun demikian musyawarah tetap dilaksanakan dan msih sulit untuk menentukan nama kelompok besar tersebut. Ditengah-tengah musyawarah tiba-tiba dikejutkan dengan jatuhnya bunga jambe yang baunya sangat harum sehingga membuat penasaran, karena digegerkan dengan jatuhnya bunga jambe yang sangat harum sehingga musyawarah berhenti sejenak, dari ini salah seorang dari kelompok Selatan mendengar kalau di Pucang ada bunga Jambe yang baunya sangat harum sehingga membuat warga kelompok Selatan berlarian dan berbondong-bondong menuju Pucang untuk melihat Bunga Jambe yang sangat harum, sesampainya disitu salah seorang dari kedua kelompok tersebut ada yang bilang “Ooooo Tibakne Wong Kidul Iku Gendandapan”, mendengar ucapan tersebut langsung diambil kesimpulan dan dijadikan nama untuk kelompok Selatan Yaitu kelompok “Randap” wonge podo gendandapan. Dari sini sudah terbentuk nama-nama ketiga kelompok tersebut yaitu, Losari, Pucang dan Randap.

Kemudian musyawarah dilanjutkan kembali dan mengambil sebuah kesimpulan karena ada Pohon Jambe yang sangat Besar dan bunganya harum, ada yang bilang kalau begitu kita beri nama Pucang Wangi, mendengar nama Pucangwangi salah satu dari mereka ada yang berpendapat kalau pucangwangi terlalu mencolok bagaimana kalau kita beri nama Pucangarum, setelah mendengar dan berpikir mengenai nama Pucangarum akhirnya semua warga setuju dan sepakat untuk memberi nama PUCANGARUM yang diambil dari nama Pohon Jambe dan Bunganya yang harum.

Dari sini ketiga kelompok tersebut dijadikan dalam satu wadah atau satu kepengurusan/kepemimpinan dengan nama kelompok besar yaitu “PUCANGARUM”.

2 komentar: